Biopori sebagai inovasi pencegahan banjir

Pada kuartal pertama tahun 2012 lalu telah tercatat sekitar 91 kasus banjir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, jika dihitung dari pertengahan tahun 2011 kasus banjir di Indonesia sekitar 129 kasus dan sebagian kasus juga diikuti oleh peristiwa longsor.
klik untuk memperbesar gambar
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak tahun 1815-2012 sudah terjadi lebih dari 4000 kasus banjir di Indonesia. Jika melihat distribusinya kasus banjir paling banyak terjadi di pulau Jawa dimana Jawa Tengah menduduki posisi pertama, kemudian diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
klik untuk memperbesar gambar
Sedangkan jika dibandingkan menurut jumlah kejadian bencana per jenis bencana maka bencana banjir masih menduduki peringkat pertama mengalahkan bencana kekeringan, puting beliung, dan tanah longsor.
klik untuk memperbesar gambar
Kondisi ini sangat memprihatinkan karena banjir menjadi bencana tahunan yang mengancam wilayah Indonesia. Banjir seolah-olah sudah menjadi budaya bencana yang mengancam warga. Maka dibutuhkan inovasi penanggulangan guna mencegah terjadinya bencana tahunan ini. Salah satu inovasi dalam pencegahan banjir adalah menggunakan biopori.

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak maka kemampuan sebidang tanah untuk menyerap air akan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah untuk menyerap air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir.

Pada tanah yang masih alami mekanisme pembentukan pori-pori ini terjadi dengan sendirinya. Sedangkan pada wilayah permukiman terjadi perubahan struktur akibat pembangunan dan pengolahan tanah sehingga diperlukan teknologi manusia untuk membuat biopori. Teknologi biopori sendiri memiliki beberapa manfaat yang dapat digunakan untuk mengatasi banjir. Manfaat tersebut adalah:

A. Meningkatkan daya resapan air

Biopori dapat meningkatkan bidang resapan air seluas dinding lubang serap. Apabila biopori dibuat dengan diameter 10cm dan sedalam 1m maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm2. Bidang serapan ini lebih luas dibandingkan apabila tanah tanpa biopori berbentuk lingkaran dengan diamater 10cm hanya akan mempunyai bidang resapan 78.5 cm2.

B. Mengubah sampah organik menjadi kompos

Lubang biopori dibuat dengan menempatkan sampah organik didalamnya. Sampah ini menjadi sumber energi untuk organisme tanah dalam proses dekomposisi. Sampah hasil dekomposisi ini dikenal dengan nama kompos. Jadi selain memperluas bidang serapan air, biopori juga berperan dalam produksi kompos.

Lubang biopori berdiameter 10cm dengan kedalaman 1m akan mampu menampung 7,8 liter sampah organik atau setara dengan sampah organik selama 2-3 hari dari satu rumah. Selain itu proses dekomposisi dapat mengurangi terbentuknya gas metan yang merupakan salah satu gas rumah kaca sehingga biopori juga dapat berperan dalam mengurangi global warming.

C. Memanfaatkan organisme tanah dan akar tanaman

Lubang resapan biopori diaktikan oleh organisme tanah khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktifitas mereka selanjutnya dapat membuat biopori-biopori alami di tanah permukiman sehingga luas serapan tanah akan terbuat sendirinya.

Cara Pembuatan Biopori

Lubang biopori dibuat silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan sedalaman sekitar 1m. lokasi pembuatan biopori berada pada dasar saluran pembuangan air yang berada di sekitar pohon atau tanaman.


Cara pembuatannya adalah:
  1. Buatlah lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan sedalaman 1m. Jarak antara lubang biopori satu dengan yang lainnya adalah 50-100cm.
  2. Perkuat mulut atau pangkal lubang dengan paralon diameter 10cm dan panjang minimal 10cm atau dengan semen selebar 2-3cm dan tebal 2 cm di sekeliling lubang biopori.
  3. Isi lubang biopori dengan sampah organik seperti dedaunan dan sampah organik dapur
  4. Tutup mulut lubang biopori dengan saringan kawat atau yang lainnya.
Dengan inovasi teknologi biopori ini diharapkan kemampuan serap tanah di permukiman dapat meningkat dan kemungkinan terjadinya banjir dapat diperkecil sehingga Indonesia lebih mandiri.
thumbnail
Title: Biopori sebagai inovasi pencegahan banjir
Rating: 4.9 - 991 user reviews.
Reviewed by: Rendik Setiawan

Related Template pendidikan, Rumah :

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Kata Kata Mutiara Cinta: Biopori sebagai inovasi pencegahan banjir.